Hai sobat palm oil mill....., tak lengkap rasanya jika kita yang bekerja pada industri pengolahan kelapa sawit tidak atau belum mengenal lingkungan tempat kerja kita. Ada istilah atau pepatah mengatakan "tak kenal maka tak sayang" , jadi sebelum menyayangi pekerjaan kita alangkah lebih baik kita mengenal sedikit seluk beluk tentang pabrik pengolahan kelapa sawit ini.
Baik... untuk itu ijinkan saya untuk sedikit mengulas terkait pabrik pengolahan kelapa sawit ini, yang kemudian akan saya singkat menjadi PPKS. Apabila dalam penyampaian saya yang menurut pembaca kurang tepat mohon kiranya untuk dapat menyampaikan dalam kolom komentar dan akan sangat saya hargai apabila komentar yang disampaikan dapat lebih meningkatkan pengetahuan kita tentang PPKS.
Dalam proses pengolahan kelapa sawit terbagi dalam 3 tahap utama yakni Tahap pengolahan tandan buah sawit (TBS), Tahap pengolahan crude palm oil (CPO) dan Tahap pengolahan kernel (inti).
1. Tahap pengolahan tandan buah sawit (TBS)
Pada tahapan ini dimulai dari proses penerimaan buah sawit dari timbangan, proses sortasi, proses perebusan, proses pemipilan dan proses pengempaan.
a. Proses penerimaan buah sawit dari timbangan
Dilakukan untuk mengetahui berat/tonase buah sawit yang diterima dan nantinya digunakan untuk menghitung jumlah produksi dan kapasitas olah PPKS.
b. Proses sortasi
Bertujuan untuk mengetahui dan menjaga kondisi mutu buah sawit yang diterima tetap baik/bagus, agar nantinya hasil pengolahan dapat maksimal. Bagi PPKS non kebun proses ini sangat vital dan harus dilakukan dengan ketat sebab meskipun kapasitas olahnya tinggi jika mutu buah sawit tidak bagus maka hasil produksinya juga tidak maksimal. Yang berakibat pada tingginya alokasi cost maintenance dan minimnya penjualan hasil produksi.
c. Proses perebusan
Sebelum masuk kedalam proses perebusan, buah sawit terlebih dahulu masuk dalam ST. Penerimaan TBS (Fruits Reception atau Loading Ramp). Jika proses perebusan menggunakan sistem Horizontal Sterilizer maka ST. Penerimaan TBS menggunakan lorry / cage untuk membawa TBS menuju ST. Perebusan (Sterilizer) untuk dilakukan perebusan. Proses perebusan umumnya menggunakan metode Triple Peak untuk memastikan TBS matang sempurna dan memudahkan dalam proses selaanjutnya.
d. Proses pemipilan
Proses ini terjadi pada ST. Threshing dimana TBS akan diputar dan dibanting dalam Thresher Drum dengan perhitungan yang tepat sehingga TBS dapat terpisah antara brondolan dan janjangan dengan sempurna. Jumlah RPM (Rotation per Minutes) dan lamanya waktu putar menjadi kunci utama dalam proses ini. Pada proses ini brondolan yang telah terpisah akan dikirim ke ST. Pengempaan (Pressing) sedangkan janjangannya akan dibuang untuk selanjutnya dijadikan pupuk atau dilakukan proses kembali untuk mengambil sisa - sisa minyak dengan mesin Empty Bunch Press.
e. Proses pengempaan
Pada proses ini brondolan sebelum dilakukan pengempaan akan dilumatkan terlebih dahulu dalam mesin Digester. Hal ini bertujuan agar komposisi brondolan menjadi homogen dan memudahkan proses pengempaan nantinya. Proses pengempaan bertujuan untuk memisahkan material cair dan padat pada brondolan. Material cair berupa campuran sludge, air, CPO dan pasir yang akan diproses kedalam tahap pengolahan CPO. Sedangkan material padat antara lain fibre dan nut dan akan diprosses dalam tahap pengolahan kernel.
2. Tahap pengolahan crude palm oil (CPO)
Pada tahapan ini bertujuan untuk mengolah atau memproses dan memurnikan CPO sehingga mempunyai mutu dan kualitas yang diinginkan sampai siap dijual.
Agar dapat diperhatikan juga kadar kehilangan minyak yang terjadi pada setiap mesin sehingga dapat diminimalkan.